202
KUSBANDI SALATIN
Kamis, 27 Agustus 2026 14.24 WIB
Jakarta — Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri melaksanakan kegiatan Pelatihan Penetapan Angka Kredit (PAK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokkes Polri Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi ASN dalam pengelolaan kinerja serta pengembangan karier jabatan fungsional. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2026, tersebut bertempat di Hotel Diradja, Jakarta Selatan. Pelatihan dirancang sebagai sarana pembelajaran sekaligus forum penguatan kapasitas ASN agar mampu memahami ketentuan, mekanisme, dan tahapan penetapan angka kredit secara tepat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh sebanyak 30 peserta yang berasal dari unsur ASN di lingkungan Pusdokkes Polri, Biddokkes, dan Rumah Sakit Bhayangkara. Keikutsertaan ASN dari berbagai satuan kerja tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman bersama mengenai tata kelola jabatan fungsional, khususnya dalam aspek pengelolaan kinerja dan penetapan angka kredit. Selain memperoleh pemahaman secara konseptual, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai berbagai permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas administrasi kepegawaian maupun pengembangan karier di lingkungan Dokkes Polri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Mewakili Kapusdokkes Polri, kegiatan dibuka oleh Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM. Pembukaan tersebut turut dihadiri oleh para Pejabat Utama Pusdokkes Polri serta para Pejabat Utama Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Pelaksanaan pembukaan menjadi momentum penting untuk memberikan arahan dan penekanan mengenai pentingnya peningkatan kompetensi ASN, khususnya dalam memahami sistem penilaian kinerja dan pengembangan karier yang mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan akuntabel.
Memasuki hari kedua, Kamis, 20 Agustus 2026, pelatihan difokuskan pada pembahasan mengenai kebijakan dan karier jabatan fungsional ASN. Para peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme perhitungan angka kredit serta keterkaitannya dengan sistem pengelolaan kinerja melalui e-Kinerja. Untuk memperkuat pemahaman, materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi dan latihan perhitungan angka kredit. Peserta diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan materi yang telah diterima melalui berbagai contoh kasus sehingga dapat memahami tahapan perhitungan secara lebih sistematis dan mengidentifikasi permasalahan yang mungkin muncul dalam proses penetapan angka kredit.
Materi pada sesi tersebut disampaikan oleh Analis SDM Aparatur Ahli Madya Direktorat Pengembangan Talenta dan Karier ASN Badan Kepegawaian Negara, Pembina Dadi Mulyadi, S.AP., M.A. Dalam penyampaiannya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kinerja dan pengembangan karier ASN. Sesi pembelajaran juga dilengkapi dengan evaluasi, pembahasan kasus, serta diskusi interaktif yang memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta menghubungkan ketentuan yang berlaku dengan praktik administrasi kepegawaian di lingkungan Dokkes Polri.
Pada Jumat, 21 Agustus 2026, atau hari terakhir pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai karier ASN Polri yang disampaikan oleh Kasubbagmutjab PNS Bagmutjab Robinkar SSDM Polri, Pembina Tk. I Afrinny Roesmawaty, S.Si., M.A. Materi tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai aspek pengembangan karier ASN dalam lingkungan Polri serta pentingnya perencanaan karier yang selaras dengan kompetensi, kinerja, dan jabatan yang diemban. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin oleh Kabagrenmin Setpusdokkes Polri dr. Bambang Prasetya, Sp.B., MARS., M.H. FGD menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan aktual yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas, pengelolaan kinerja, serta pengembangan karier ASN, khususnya dalam kaitannya dengan penetapan angka kredit.
Selama tiga hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara lancar, tertib, dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam mengikuti penyampaian materi, simulasi perhitungan, pembahasan kasus, diskusi, serta evaluasi. Interaksi antara narasumber dan peserta turut memperkaya proses pembelajaran karena berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dapat dibahas secara langsung dan dicarikan pemahaman bersama. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi forum koordinasi dan berbagi pengalaman antarsatuan kerja di lingkungan Dokkes Polri.
Melalui pelaksanaan Pelatihan Penetapan Angka Kredit bagi ASN Dokkes Polri Tahun Anggaran 2026, diharapkan para peserta memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme penetapan angka kredit, pengelolaan kinerja, integrasi e-Kinerja, serta pengembangan karier jabatan fungsional ASN. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya pengelolaan sumber daya manusia yang lebih profesional, objektif, transparan, dan akuntabel di lingkungan Dokkes Polri. Pada akhirnya, pemahaman yang baik terhadap sistem kinerja dan angka kredit diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas profesionalisme ASN sekaligus memberikan kontribusi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pelayanan, pengabdian, dan dukungan kesehatan kepolisian di seluruh jajaran Dokkes Polri