Gambar Berita Rapat Audiensi Polri bersama PP PABMI

87

KUSBANDI SALATIN

Kamis, 07 Mei 2026 10.05 WIB


Jakarta, 5 Mei 2026, Rapat audiensi yang diselenggarakan antara Polri yang diwakili oleh Satuan Kerja Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Polri) bersama Pengurus Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PP PABMI) di Lantai 4 Gedung Presisi 1 Pusdokkes Polri berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapusdokkes Polri Irjen Pol. Dr. dr. ASEP HENDRADIANA, Sp.An-TI., Subsp.T.I (K)., M.Kes. kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam pengembangan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah mulut dan maksilofasial yang memiliki peran strategis dalam penanganan kasus medis, trauma wajah, rekonstruksi, serta identifikasi forensik. Audiensi ini juga menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi yang lebih intensif antara institusi kepolisian dan organisasi profesi kedokteran guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi anggota Polri maupun masyarakat luas.

Rapat audiensi dihadiri oleh:

  1. Sespusdokkes Polri,
  2. Kabagrenmin Set Pusdokkes Polri,
  3. Kabagopsnalmed Set Pusdokkes Polri,
  4. KBP. drg. Moch. Toto Sugiharto, MARS. Sp. BMMF, Subsp. TMF-TMJ (K),
  5. KBP. drg. Henry Setiawan M.Kes, Sp. BMMF, Subsp. COMF (K),
  6. Pembina TK I drg. Anggelika,
  7. Ketua Dewan Pengawas, Penasehat dan Pembina PP PABMI (drg. M. Syafrudin Hak, Sp. BMMF, Subsp. COMF (K), mph., Ph. d),
  8. Ketua Umum PP PABMI (drg. Harfindo Nismal, Sp. BMMF),
  9. Sekretaris Jenderal PP PABMI (drg. Syarifah Nova Amiza Zam, Ph.D., Sp. BMMF),
  10. Wakil Sekretaris Umum PP PABMI (drg. Saifuddin Suhri, Sp. BMMF., ME),
  11. Ketua Pengwil PABMI JAYA (drg. Pruput Dwi Mutiari, Sp. BMMF, Subsp. TMF-TMJ (K),
  12. Staf Bagsumda Setpusdokkes Polri dan
  13. Staf Bagbinfung Setpusdokkes Polri.

Dalam pembahasan rapat, antara kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan medis spesialis, pertukaran pengetahuan ilmiah, hingga pengembangan teknologi dan metode penanganan bedah modern. Pusdokkes Polri menyampaikan pentingnya dukungan tenaga ahli bedah mulut dan maksilofasial dalam berbagai penanganan kasus yang membutuhkan tindakan medis komprehensif, termasuk korban kecelakaan, bencana, maupun kasus kriminal dengan luka kompleks pada area wajah dan rahang. Sementara itu, PP PABMI menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Polri melalui program edukasi, seminar ilmiah, serta kolaborasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan institusi kepolisian diantaranya:

PABMI:

  1. Menyediakan Tenaga Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial
  2. Menyediakan sarana prasarana pendukung pelayanan kesehatan
  3. Menyiapkan narasumber dan fasilitator untuk kegiatan pelatihan/SDM
  4. Memberikan data/informasi medis yang diperlukan dalam lingkup kerja sama.

POLRI:

  1. Menyiapkan Fasilitas Kesehatan (Rumkit Bhayangkara) dan sarana pendukungnya
  2. Mengelola perizinan penyelenggaraan Bakti Kesehatan di wilayah
  3. Menyediakan tenaga kesehatan pendukung (Biddokkes/Rumkit).

Adapun kesepakatan yang telah dicapai antara Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Polri) bersama Pengurus Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PP PABMI):

  1. Perjanjian ini menyatukan keahlian profesional PABMI dalam bidang Bedah Mulut dan Maksilofasial dengan infrastruktur kesehatan serta jangkauan operasional POLRI di seluruh Indonesia.
  2. Pilar utama kerja sama ini adalah pelaksanaan Bakti Kesehatan, khususnya operasi Celah Bibir dan Lelangit (CBL), guna membantu masyarakat yang membutuhkan melalui fasilitas Rumah Sakit Bhayangkara.
  3. Berdasarkan pemetaan, terdapat 14 Pengurus Wilayah PABMI yang siap berkolaborasi dengan jaringan RS Bhayangkara dari tingkat Mabes (Pusdokkes) hingga tingkat Polda (Biddokkes) di seluruh wilayah Indonesia
  4. Selain pelayanan kesehatan, kerja sama ini menjamin adanya peningkatan kapasitas SDM melalui seminar, lokakarya, dan pertukaran informasi medis untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan kedua belah pihak.
  5. MoU ini berlaku selama 5 tahun (hingga 2031) dengan mekanisme monitoring dan evaluasi tahunan untuk memastikan seluruh program berjalan secara transparan, efektif, dan akuntabel.
  6. Pemetaan Data Rumkit Bhayangkara & Riwayat Kerjasama di Wilayah dengan PABMI
  7. Mencakup 14 Pengurus Wilayah (Pengwil) PABMI di seluruh Indonesia.
  8. Pembina Tk I drg. Anggelika : NK antara PDGI & Polri secara Teknis disusun sesuai Perkap 12 Tahun 2014 dengan didahului pengajuan Surat Permohonan Kerma kepada Astamaops Kapolri, setelah itu disusun Perjanjian Kerjasama dengan PABMI.
  9. KBP. drg. Moch. Toto Sugiharto, MARS. Sp. BMMF, Subsp. TMF-TMJ (K); berkoordiasi untuk Dokter Gigi Bedah Mulut di wilayah untuk membantu dan ikut serta dalam rangka Bakti Sosial HUT Polri.
  10. Kapusdokkes Polri dan Sespusdokkes Polri : akan kita persiapkan dan kita usahakan dalam rangka kegiatan Bakti Sosial HUT Polri. Dalam melaksanakan Kegiatan terutama bidang anastesi agar mempertimbangkan segala resiko yang ada.

Untuk Nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama akan dibahas dan dipersiapkan

  1. Ketua Pengwil PABMI JAYA: pasien agar di screening terlebih dahulu sebelum pelaksanaan.
  2. KBP. drg. Henry Setiawan M.Kes, Sp. BMMF, Subsp. COMF (K); agar ada arahan/TR arahan dari Pusdokkes kepada wilayah PABMI terkait pelaksanaan giat Baksos utk wil berkoordinasi dengan PABMI.
  3. Kapusdokkes Polri: Sudah sejak lama Dokkes Polri telah bekerja sama dgn PABMI, terutama dlm giat Bhaktikes. Disarankan agar PABMI bersurat kepada Polri dalam rangka kegiatan Baksos HUT Polri, sebagai dasat TR untuk pemberitahuan ke wilayah BIddokkes dan Rumkit Bhayangkara.
  4. Untuk Biddokkes Polda dan Rumkit Bhayangkara Kewilayahan akan mengikuti SOP dari Pusat.

 Maksud dan tujuan:

  1. Sebagai pedoman koordinasi sinergi antara PABMI dan POLRI dalam bidang kesehatan dan SDM
  2. Mewujudkan kerja sama sinergis dalam pelayanan kesehatan
  3. Optimalisasi pengabdian masyarakat (Bakti Sosial).
  4. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia kedua belah pihak.

 Ruang lingkup:

  1. Pertukaran Data/Informasi
  2. Pelayanan Kesehatan
  3. Peningkatan Kapasitas dan Pemanfaatan SDM
  4. Pemanfaatan Sarana & Prasarana

 Pelaksanaan Bakti Kesehatan (Operasi CBL)

  1. Fokus Kegiatan: Operasi kelainan kongenital celah bibir dan langit-langit (Cleft Lip & Palate).
  2. Lokasi: Faskes Polri (Rumkit Bhayangkara) di Indonesia
  3. Komponen: Kolaborasi tenaga dokter spesialis, paramedis, obat-obatan, dan perlengkapan medis.

 Peningkatan Kapasitas SDM

  1. Metode : Penyelenggaraan Pelatihan, Seminar, dan Focus Group Discussion (FGD).
  2. Pemanfaatan SDM : Saling mengirimkan tenaga ahli/narasumber sesuai kebutuhan masing-masing pihak untuk peningkatan kompetensi profesional.

Melalui audiensi tersebut, diharapkan tercipta hubungan kerja sama yang semakin erat dan produktif antara Pusdokkes Polri dan PP PABMI dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan yang profesional, modern, dan humanis. Kedua institusi sepakat bahwa sinergi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pelayanan medis di era perkembangan teknologi kesehatan yang semakin dinamis. Pertemuan ini juga mencerminkan komitmen bersama untuk terus menghadirkan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, baik dalam aspek preventif, kuratif, maupun rehabilitatif, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi institusi Polri dan masyarakat Indonesia secara luas.

Berita Terbaru
Berita Lainnya Subbagsismet Bagbinfung Setpusdokkes Polri
Berita Lainnya Kegiatan Pusdokkes
Kategori Berita