185
KUSBANDI SALATIN
Selasa, 19 Mei 2026 10.31 WIB
JAKARTA, 6-8 Mei 2026 Indonesia secara geografis merupakan negara yang terletak di jalur Ring of Fire, sebuah posisi yang menempatkan tanah air dalam kondisi rawan terhadap bencana alam. Menyadari tantangan tersebut, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri secara resmi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesiapsiagaan dalam Pengendalian Penyakit Akibat Bencana, Wabah, dan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada FKTP dan Rumkit Bhayangkara T.A 2026.
Kegiatan strategis yang berpusat di Hotel Terraz Tree Jakarta ini dibuka secara resmi oleh Sespusdokkes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dr. dr. Farid Amansyah, Sp.PD, FINASIM, pada Rabu (6/5). Dalam sambutannya, Sespusdokkes menekankan bahwa fasilitas kesehatan Polri, baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit Bhayangkara, memegang tanggung jawab besar sebagai pelindung kesehatan masyarakat di tengah situasi kedaruratan.
Tiga Pilar Strategis Pengendalian Penyakit
Penyelenggaraan Bimtek ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah urgensi untuk menjawab ancaman krisis kesehatan yang senantiasa membayangi. Sespusdokkes menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi target dalam kegiatan ini:
Sinergi Lintas Sektoral demi Pengabdian Terbaik
Selama pelaksanaan giat, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari berbagai panel narasumber ahli, mulai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Staf Utama Bidang Operasi (Stamaops) Polri, RSPI Sulianti Saroso, hingga Palang Merah Indonesia (PMI). Materi yang disampaikan mencakup manajemen layanan kesehatan lapangan hingga penguatan surveilans di situasi krisis.
Sespusdokkes berpesan kepada seluruh peserta agar ilmu yang didapatkan segera diimplementasikan dan disosialisasikan di satuan wilayah masing-masing. "Tugas saudara sebagai penanggung jawab teknis di tingkat daerah sangat menentukan keberhasilan respons Polri dalam situasi darurat," tegas beliau dalam amanatnya.
Melalui Bimtek ini, jajaran Dokkes Polri diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran kemanusiaannya, memastikan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang profesional, responsif, dan akuntabel di tengah kondisi bencana maupun wabah penyakit.